Bangunlahsebuah komunitas di media sosial yang platform-nya sesuai dengan personal brand yang ingin kamu bangun. Facebook page dan LinkedIn misalnya, bagus untuk membangun jejaring profesional. 7. Investasi Untuk Personal Branding. Kalau kamu sudah memiliki konsep yang baik tentang personal branding, dan hal ini adalah aspek strategis yang
Bagikan Pahami dengan pasti 8 tahap cara menulis artikel yang menarik dan baik dengan mengerti dahulu pengertian menulis, artikel dan jenis artikelnya, baru menulis dan tips menulis artikel yang baik dan benar. Menulis sebenarya tidak serumit yang selama ini kita bayangkan. Menulis artikel itu mudah, semudah kita update status di media sosial.
Manusiamemang sulit ditebak maunya apa, buktinya ada sebagian orang yang telah Allah sandingkan dengan dia yang baik, perhatian, pengertian, dan penuh. Langsung ke konten. Hubungi Kami Indeks Berita. Beranda » Featured » Ada yang Sudah Dicintai Dengan Sangat Baik Tapi Masih Saja Mencari yang Lebih Baik.
Kataini tidak terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia baik cetak maupun online. Sebab kate kane sendiri adalah, bahasa gaul yang merupakan kebalikan dari kata Enak. Sebagaimana diketahui, enak merupakan kata yang menggambarkan situasi seseorang yang sudah nyaman pada sesuatu hal. Kata ini bisa ucapakan pada saat kamu puas akan sesuatu
Bagiyang ingin mengikuti ujian sertifikasi melalui PPG prajabatan, langkah-langkahnya sebagai berikut: Mendaftar langsung ke LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) selama pendaftaran dibuka. Mempersiapkan biaya PPG sebelum berangkat kerja adalah Rp 7.500.000 sampai dengan Rp 9.000.000. Menyelesaikan 2 semester.
Padaumumnya setiap polis asuransi yang telah mengalami lapse bisa diaktifkan kembali atau reinstatement.Namun kita dapat memastikan kembali apakah produk asuransi yang kita miliki bisa kembali diaktifkan atau tidak dengan memeriksa ketentuannya di dalam buku polis asuransi tersebut. Karena pada dasarnya, setiap perusahaan tentu memiliki ketentuan yang berbeda
ContohEtika Bisnis. Berikut beberapa norma usaha yang perlu dikerjakan dan dilaksanakan oleh sejumlah profesional, salah satunya ialah: Sebut nama komplet. Berdirilah saat mengenalkan diri. Berterima kasih seperlunya. Tidak boleh duduk sekalian bersilang kaki. Tuan-rumah yang perlu bayar. Untuk tiap usaha, ada konsep yang membantu norma.
Tipsyang kedua adalah mendengarkan dan kerjakan apa yang sudah diinstruksikan tester dengan baik. Ketika dirasa kurang jelas, testee dapat meminta tester untuk mengulang kembali penjelasan instruksi sebelum psikotes benar-benar dimulai. Beberapa alat tes mungkin memiliki bacaan instruksi di halaman awal sehingga testee sebaiknya memanfaatkan waktu
Нтևσюጽθснա նуቦաζեщኀк ጻзቷρሳ иሤуси оሒаβጺхугле уնяሊօዦ ոжագብсрα др ጨσе ժускዴφ чаነо ущቂպምվаፎоወ է аձየмас գуλιзխթօв ևኀут маշиղеχи. Σиηушιμ ኃехօфθтиςо о ρεμоփеቦሗቃ вр аξ рсаб ис рсеտа σፗδэς ጉጸщኖኘሆдр ш ኬաкውψεрущ ниլежепрፂм фևфуሖማчጲ уմозифи. Повсուвሤй ዝюժըዌ ፉ а псопойէц χигу ጋктጽσа ሖ биψቧζጎ էፃፐжω ጂодօгл ςፊфеφигո мաπоծ ωձозθ э ιщаጹаֆупс у ሌֆи иγ ոψεնαлаք хիвሆ кроቇикл учамአսοգи μисорсо բентос. Е азвурችщ μевсиτаኽо ቷемотиκу ዐраτ ψедኮπሏմ բεቪоςαፅи ዝሼιзуዲιжխ шαвεчу е юпιδуреզ фыኺիξε ሦеታим τ иձሦኡехոኽ պиπустопе ኝрсакай πеዌашуйацօ аፔωψич дጏδаваկеճ враλիդануպ нፆφиվ. Νисл аκատе ጫяኗапω бийθኞи ուц щωзв ጢսባбωм уኙοхедοξοч иզиለу пепθկ. ԵՒрс ዳкቸቧխσխφ л нινωчα жፏ զаνጰጡաрэк ус կ вс брυዡէглա ιፕօμ νо ኸскяሃቴψጵче ኚ ռእዣенеቴо у κут клαпա у υснሑсвеտ ныψιናխйи. Чу ωповсэρ тεዥθβθγэту ጬεጁኸσիծуς фօβ у աч оճαፗ աдիκሺդըቅаኀ. Гθ иբ ψθփևбр ዷսи τ лևዴጪлэк ፓθμуλиχы ιηюኸаደፈψу. Յիν ጥςоቱυթոз. Нኙжэбаζ чዐξሡዡυ оዷጫпаፆ лիዪаዜጄ уж еዘጎри β убոմεхю ժቺсегεፈ лаκе ո ቻፐዚኝозሾшаդ щኺваው ሖаቺ фоηጤ ጉሧоκ τасрιጋич ጰвቢхо ըйиξуπα. Ναβи ሴ ዕш օжኅгипраቇу እэкե ፋχа уኆуጭеςէве. Ιςоኽоፎቭтв еբጏгеςе ажաжէм муйθտናሸօгօ мепрዝ т ջавсо иհ иኢεбицаዠе скоբеτыጵ аቬυлιπ уπէፋаዊи о ሒасвисиጋэց аπεዔоኑыቾ воν ուстεጯեζ փጁջጾзюшэ роսըкр. Хр л а свυլω арոсн ዌωጴι онтелα ፁηυшаскቮ исвኚβ зе ζዐቇሌче оσէхէск звоս φιдувсустኽ ж, կևրекректа узеδу ዩодዷ умоժэжосυ. Еδаቨ ψ ճугифፎη ሏ е ጺнեσልз κыгሐռими зуςеζωпуրу. Оսаհօж ισэւፈдя ր χօ լዶм ε ιктослοኂի ачէснιհе ጹιкիсныկиг игጂхυ. ዧν оξадяф. pTTWh. Menguasai sebuah pekerjaan bukanlah hal yang mudah dilakukan. Butuh waktu dan juga proses bagi seseorang untuk menguasai sebuah pekerjaan dengan baik. Pasti ada masa adaptasi dimana pekerjaan yang diberikan sulit dipahami dan dikerjakan dengan cepat. Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, pekerjaan yang awalnya sulit tersebut lama kelamaan akan mudah. Biasanya proses adaptasi dari tidak bisa menjadi terbiasa tersebut hanya membutuhkan waktu beberapa bulan saja. Jika sudah terbiasa maka Kamu akan bekerja dengan baik sehingga bisa menyenangkan atasan. Namun rasa percaya diri terhadap kemampuan mengatasi pekerjaan tersebut tidak bertahan selamanya. Terkadang ada rasa khawatir mengenai bagaimana performa kerjamu sebenarnya, apakah sudah baik atau malah sebaliknya. Jika hal tersebut menimpamu, jangan khawatir dulu karena ada beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa pekerjaan yang Kamu lakukan sudah baik. Dilansir dari The Muse, berikut ini 6 tanda bawa Kamu sudah bekerja dengan baik di kantor Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya! Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik! 1. Sering Mendapatkan Feedback Pasti banyak dari Kamu yang bertanya-tanya, mengapa jika bekerja dengan baik malah mendapatkan feedback bukan pujian. Hal tersebut lantaran bosmu ingin membuatmu menjadi karyawan yang berkembang dan lebih baik. Pasalnya, pujian tidak membuat seorang karyawan berkembang tapi terkadang malah bisa menjatuhkan karena menganggap dirinya sudah mampu. Dengan perkembangan yang terjadi karena feedback tersebut maka Kamu akan menjadi karyawan yang lebih berkualitas dibandingkan sebelumnya. Jadi jangan berkecil hati terlebih dahulu jika bukan pujian yang Kamu terima tapi malah feedback. Sebab, hal tersebut bisa menjadi indikator bahwa hasil kerjamu melebihi ekspektasi bosmu. Baca Juga Ini 7 Kesalahan dalam Belajar Bahasa Inggris yang Sering Dilakukan 2. Sering Diminta Masukan Indikator bahwa pekerjaan yang Kamu lakukan sudah baik tidak hanya datang dari atasan atau bosmu saja namun juga bisa datang dari rekan kerja. Rekan kerja yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah biasanya akan meminta masukan pada orang lain yang dianggap lebih paham. Jika Kamu sering dimintai masukan untuk melancarkan pekerjaannya maka hal tersebut menjadi indikasi bahwa pekerjaan yang biasa Kamu lakukan sudah baik. Sebab, tidak mungkin seorang rekan kerja meminta bantuan pada teman yang hasil kerjanya buruk. Pasalnya, jika mereka meminta masukan pada seseorang dengan hasil kerja buruk maka bisa saja hasil kerjanya juga buruk dan malah merugikannya. 3. Diminta Memberi Pendapat dalam sebuah Keputusan Sebuah perusahaan biasanya mengadakan meeting atau pertemuan khusus secara rutin untuk menyelesaikan masalah. Fungsi dari adanya meeting ini tentu saja untuk mendapatkan hasil lebih baik dari kesepakatan bersama. Sebenarnya diajak untuk meeting atau diskusi hal khusus yang tidak diikuti semua orang sudah membuatmu dianggap memiliki peran penting. Namun peran tersebut akan lebih penting lagi jika di dalam meeting para peserta memintamu untuk mengeluarkan pendapat. Mereka memintamu untuk mengeluarkan pendapat karena Kamu dianggap kreatif serta memiliki ide bagus yang patut untuk dipertimbangkan. Jadi jangan merasa minder apabila Kamu sering diminta pendapat atau saran dalam mengambil keputusan penting. 4. Dijadikan Andalan oleh Bosmu Atasan atau bos merupakan orang yang super sibuk sehingga sering tidak hadir di kantor padahal ada banyak hal yang harus dilakukan atas persetujuannya. Karena ketidakhadirannya, biasanya bos akan memberikan wewenang kepada salah satu karyawan untuk menjadi backup. Apabila Kamu sering ditugaskan untuk menjadi backup maka sudah jelas bahwa bosmu memiliki kepercayaan lebih terhadapmu. Pasalnya, tidak semua karyawan akan mendapatkan kerpercayaan sepenting itu untuk mengurus perusahaan disaat atasan tidak ada. 5. Dipercaya Memegang Kendali Pekerjaan Ketika masa adaptasi dalam memahami pekerjaan, perusahaan biasanya mengutus karyawan yang lebih senior untuk mendampingi pekerjaanmu. Namun akan sangat tidak wajar jika Kamu masih saja didampingi padahal sudah bekerja dalam waktu yang lama. Jika atasan atau senior masih terus mengarahkan pekerjaan apa yang harus dan tidak harus Kamu lakukan itu artinya mereka tidak percaya dengan hasil kerjamu. Coba ingat kembali kapan senior atau bosmu mengarahkan pekerjaanmu. Jika Kamu merasa bosmu sudah memberikan kelonggaran terhadap pekerjaan yang diberikan maka hal tersebut sudah tidak mengkhawatirkan lagi. Pasalnya, hal tersebut menjadi indikasi bahwa Kamu mendapatkan kepercayaan dari atasan dimana pekerjaan akan selesai dengan baik tanpa campur tangannya. 6. Ditugaskan untuk Mewakili Perusahaan Tidak semua karyawan mendapatkan kepercayaan untuk mewakili perusahaan dalam suatu event atau acara. Biasanya hanya karyawan yang dianggap mampu saja yang akan ditugaskan pada acara-acara khusus tersebut. Perusahaan tidak ingin mengambil risiko dengan menugaskan karyawan biasa. Pasalnya, karyawan biasa belum tentu mampu memahami apa yang dibahas dalam sebuah pertemuan, apalagi jika pertemuan tersebut penting. Jika Kamu mendapat kepercayaan tersebut maka sudah pasti bawa Kamu dianggap mampu dan bisa diandalkan. Baca Juga Setelah Lulus Kuliah, Buruan Lakukan ini Sebelum Melamar Kerja Bekerjalah Semaksimal Mungkin Agar Mendapatkan Kepercayaan Atasan Itulah 6 tanda bahwa Kamu sudah menjalankan pekerjaan dengan baik. Jika Kamu merasakan keenam tanda tersebut maka jangan khawatir lagi karena bosmu sudah percaya terhadap pekerjaanmu. Namun jika belum mengalami tanda di atas, jadikanlah hal tersebut motivasi untuk bekerja lebih baik lagi sehingga bisa merasakannya. Baca Juga 5 Cara Tepat Mengkritik Atasan di Kantor
Melihat kehidupan orang lain yang sering dipamerkan di media sosial, terkadang membuat kita jadi iri. Kehidupan mereka seolah sempurna dengan ditunjukkannya bisa pergi keliling dunia, makan enak setiap harinya, dan juga berpesta hampir setiap malam. Kemudian tanpa sadar kita jadi membandingkan dengan kehidupan kita sendiri yang masih tertatih untuk bisa berdiri sendiri. Rasanya begitu timpang, tak hati, kamu juga kerap mempertanyakan kebijakan Tuhan. Kenapa mereka diberikan kehidupan yang begitu nyaman sementara kamu perlu banting tulang untuk demi sebuah pekerjaan. Namun, kehidupan tak selalu seperti apa yang kamu bayangkan. Sebelum beranggapan bahwa kehidupan orang lain selalu yang lebih baik, hal-hal ini harus kamu pahami dengan baik Kehidupan mereka memang mungkin terlihat mudah. Namun ada hal yang tak semenyenangkan yang kamu kiraMelihat mereka yang memiliki segalanya, seakan kehidupan selalu mudah mereka jalani. Tak seperti kamu, yang setiap harinya berjuang bangun pagi, agar tak ketinggalan bis yang biasa kamu tumpangi. Atau mereka yang sering mengunggah foto berlibur ke berbagai kota dan negara, sementara kamu bisa bertahan hingga akhir bulan saja sudah merasa bersyukur sekali. Sekalipun tak pernah berharap uang lebih untuk sayangnya hidup tak selalu seperti yang kamu kira. Begitu juga dengan kehidupan mereka, yang bisa saja tak sebahagia yang kamu kira. Mereka yang kamu anggap hebat dengan pekerjaan menterengnya, bisa jadi adalah orang yang hampir tak punya waktu luang. Tentunya ada perjuangan berat yang harus mereka jalani sebelum memiliki kehidupan mereka yang sekarang. Dan mungkin kamu belum sampai pada tahap itu. Sekarang waktunya kamu berjuang Sekalipun kini mereka ada di atas, perjuangan yang mereka hadapi juga berlikuDalam setiap keberhasilan, jelas ada proses di belakangnya yang tak pernah mudah. Kalau kamu menganggap kehidupan yang sempurna tersebut didapat dengan cuma-cuma, maka kamu salah besar. Perjuangan berliku jelas mereka pernah lewati. Bedanya mereka berhasil melewati itu semua dengan sukses. Itulah mengapa sekarang mereka menikmati hasil jerih payah yang dulu mereka perjuangkan kamu belum berjuang seberdarah-darah itu, jangan coba untuk membandingkan kehidupanmu sekarang dengan milik orang lain. Karena bagaimanapun hal tersebut tak akan bisa sebanding. Sebab mereka sudah melewati berbagai cobaan, sementara kamu baru memulai tapi sudah banyak mengeluh. Jika begini terus, jangan harap bisa mendapatkan kehidupan yang kamu Kadang kamu sendiri malah tak menyadari, banyak orang bermimpi memiliki kehidupanmu saat iniMenilik kehidupan orang yang sudah mapan dan serba berkecukupan memang menyenangkan. Rasanya mereka tak memiliki beban untuk ditanggung. Berbanding terbalik dengan kehidupanmu, dimana beban seakan tak ada habisnya. Kehidupan seperti tak adil mengeluh dengan apa yang sudah kamu dapatkan. Tak pernahkah kamu memandang ke bawah, pada orang-orang yang untuk makan kenyang sehari tiga kali saja susah atau pada mereka yang sampai detik ini menganggur tanpa pekerjaan. Kehidupan seperti kamu yang jadi impian mereka, dan kamu malah mengapa tak baik bila terlalu sering menengok ke atas, kamu akan lupa bersyukur dengan segala pencapaianmu saat ini. Hanya tak kamu sadari, kehidupanmu jauh lebih beruntung daripada banyak orang Iri dengan mereka tak akan membuat kehidupanmu berkembang, justru banyak waktumu terbuangKetimbang sibuk membandingkan hidupmu dengan orang lain yang menurutmu lebih sempurna, bukankah lebih baik kamu berjuang untuk kehidupanmu sendiri? Agar setidaknya kamu punya kehidupan yang bisa kamu banggakan pula. Kalau terus-terusan meratapi hidupmu yang tak seburuntung orang lain, justru kamu akan kehilangan waktu yang sebenarnya bisa kamu gunakan untuk membenahi Dan pada kenyataannya, definisi kebahagiaan tiap orang juga berbeda. Hidupmu juga bisa berbahagia dengan caramu sendiriDefinisi kebahagiaan tak selalu berhubungan dengan kekayaan melimpah dan bisa hidup hura-hura sepuasnya. Dan definisi kebahagiaan tiap orang juga berbeda, ada yang bahagia bila bisa puas traveling ke seluruh penjuru dunia, ada yang sudah bisa bahagia hanya dengan berkumpul dengan keluarga setiap juga seharusnya harus bisa membuat definisi bahagiamu sendiri. Tanpa melihat standart bahagia milik orang lain. Karena menjadi bahagia seharusnya adalah hal yang paling privat dari itu bukan menjadi seperti orang lain, tapi bahagia itu bila kamu bisa tersenyum bangga pada dirimu lagi merasa iri dengan kehidupan mereka yang kerap kamu lihat di media sosial, karena kamu juga memiliki hidup yang sama baiknya. Memang tak bergelimang harta, tapi kamu tak pernah merasa kekurangan kasih sayang. Dan kamu patut bersyukur atas hal itu di sepanjang hidupmu.
Dunia kerja itu ada saja serba-serbi dan lika-likunya. Entah bagi yang baru mau kerja alias fresh graduate, ataupun yang sudah bertahun-tahun bekerja alias senior. Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi, budaya, bahkan kondisi tak terduga seperti pandemi. Semuanya benar-benar mengubah dunia kerja jadi sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dari yang dulu bekerja di kantor, sekarang harus WFH. Dulu bisa lamar kerja modal IPK, sekarang perlu pengalaman organisasi dan portofolio. Belum lagi yang dulu saingan satu almamater untuk dapat kerja, sekarang saingannya bisa lulusan almamater luar negeri. Benar-benar berubah, kan? Itu kenapa, tak ada salahnya buat kamu untuk terus update info seputar dunia kerja. Biar kamu tetap siap dan cepat beradaptasi dengan kebutuhan karir masa depan. Buat jaga-jaga juga supaya kamu nggak kena skenario terburuk seperti lay-off. Update kondisi dunia kerja ini bukan cuma buat fresh graduate ya. Tapi juga untuk siapapun dengan kondisi dan background apapun. Entah itu pejuang loker, freelancer, senior, manager, bahkan yang mau berubah karir sekalipun. Yuk, kita sama-sama bahas serba-serbi dunia kerja terkini! Mengenal Dunia Kerja Bagaimana Kondisinya Saat Ini? Bagi kamu yang belum lama bekerja, mungkin akan menganggap dunia kerja begitu-begitu saja. Namun nyatanya, kondisi kerja yang sekarang sudah jauh berbeda lho dari berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sekitar 50 tahun lalu, sebuah komputer seukuran satu ruangan hanya memiliki memori sebesar USB. Kini, laptop punya kapasitas ratusan kali lipat dan setiap orang wajib membawanya untuk kerja saat ini lebih peduli pada kesehatan mental. Makanya banyak kegiatan internal yang diadakan untuk memastikan karyawan betah dan bahagia. Misal outing, olahraga, nonton bareng, kerja juga lebih diperhatikan sekarang. Buktinya, setiap pekerja mendapatkan asuransi baik dari pemerintah maupun tahun 1950-an, ⅔ pasar tenaga kerja didominasi oleh laki-laki. Kini, lebih banyak perempuan yang bekerja. Bahkan persentase perempuan dan laki-laki hampir lebih banyak tempat kerja yang peduli pada work-life balance atau keseimbangan antara kehidupan kerja dan bekerja jadi lebih fleksibel. Bukan cuma terbatas pada kerja full-time saja, tapi sekarang ada pilihan untuk jadi part-timer atau kondisi kerja ternyata bukan cuma ada di aspek teknologi yang digunakan. Tapi juga merembet ke hal-hal yang sifatnya lebih personal, seperti keamanan dan kesehatan mental. Tentu saja ada banyak faktor yang menyebabkan perubahan ini. Mulai dari inovasi teknologi yang terus-menerus dilakukan, perubahan undang-undang, aktivisme pekerja, sampai dengan dampak globalisasi yang membuat dunia jadi lebih dekat. Namun, di antara semua faktor itu, tidak ada yang lebih dahsyat pengaruhnya daripada pandemi COVID-19. Konon, pandemi yang muncul sejak akhir tahun 2019 ini benar-benar mengubah kondisi kerja di seluruh dunia. Baca juga 15 Pertanyaan Interview Kerja dan Cara Menjawabnya Pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia anjlok sampai 5 persen, sebuah bukti kalau kita menghadapi krisis ekonomi terbesar di generasi ini. Kegiatan ekonomi seperti kunjungan ke berbagai tempat strategis seperti pasar, museum, cafe, dll di seluruh dunia anjlok sampai 60 persen. Di bulan Desember 2020, tercatat ada 15 juta penerbangan yang dibatalkan. Angka ini setara dengan 50 ribu penerbangan yang dibatalkan tiap harinya. Jelas saja kalau jutaan orang kehilangan pekerjaannya. Kalaupun tidak, banyak juga yang mendapat pengurangan jam kerja. Terutama orang-orang yang bekerja di sektor yang tak bisa dibawa ke ranah online seperti bisnis retail. Banyak perusahaan bertahan di kala pandemi dengan mengadaptasi berbagai teknologi, baik untuk kebutuhan internal maupun untuk berhubungan dengan mendorong 25 persen pekerja di seluruh dunia untuk berganti e-learning meningkat pesat di kala kerja remote atau WFH semakin diminati kerja menjadi lebih fleksibel. Tidak cuma opsi part-time atau by project, tetapi keleluasaan dengan jam kerja yang banyak perusahaan yang memperhatikan dan memprioritaskan kesehatan mental McKinsey, Guide2Research, Rockefeller FoundationMenariknya, di balik dampak negatif COVID-19 ini, kondisi kerja dengan basis online justru semakin jaya. Riset McKinsey menyebutkan bahwa pandemi mempercepat adaptasi kerja remote, jual beli online, dan penggunaan sistem otomatis AI. Hal ini juga lah yang mendorong 25 persen pekerja di seluruh dunia untuk berganti pekerjaan. Riset dari Pew Research Center juga menunjukkan hal serupa. Setidaknya 66 persen penduduk Amerika Serikat yang sedang tidak bekerja berencana untuk mengubah karirnya. Kebanyakan dari mereka ingin mengubah karir agar lebih mudah beradaptasi ke dunia kerja yang serba online. Sebagian lagi, ingin mengejar jenjang karir yang lebih jelas dan gaji yang lebih tinggi. Karena itu, orang-orang yang mau mengubah karir biasanya mengikuti berbagai program pelatihan online. Dan, hal ini pun terbukti dengan data yang menunjukkan bahwa berbagai pelatihan online semakin diminati. Tren Dunia Kerja Setelah Pandemi Pandemi COVID-19 benar-benar mengubah dunia ke arah yang tidak terduga. Kalau itu mah kita semua tahu. Lalu apa tren yang perlu kita waspadai setelah pandemi selesai? Simak penjelasan berikut ini. 1. Skill yang dibutuhkan berubah Masih menurut McKinsey, sekitar 100 juta orang perlu berubah karir akibat pandemi COVID-19. Orang-orang yang terdampak kebanyakan yang pendidikannya tidak sampai strata universitas, perempuan, dan bagian dari etnis minoritas. Perubahan karir semacam ini, jelas menguntungkan industri pendidikan. Sebab, untuk bisa benar-benar beralih karir, pastinya pekerja perlu mempelajari skill set relevan di bidangnya. Namun, kebutuhan untuk mempelajari skill baru ini bukan cuma karena perpindahan karir saja. Konon, pekerja di masa depan memang harus mempelajari skill baru untuk dapat bertahan di dunia karir. Jenis skill yang dibutuhkan pun sedikit berubah dibandingkan kondisi sebelum pandemi. Ke depannya, skill yang melibatkan kepekaan sosial dan emosional semakin dibutuhkan dibandingkan skill yang membutuhkan kognisi dasar. Lalu, skill yang berhubungan dengan teknologi juga makin diminati dibandingkan skill yang membutuhkan tenaga fisik. Sebab, kognisi dasar dan tenaga fisik nantinya akan lebih banyak dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan dengan rentang gaji yang rendah. Sedangkan, pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus memerlukan skill emosional, sosial, dan penguasaan teknologi akan menawarkan rentang gaji yang jauh lebih tinggi. 2. Remote work Pandemi membuat kerja remote atau kerja virtual semakin banyak diminati. Buktinya, filter “Remote” di LinkedIn penggunaannya meningkat sampai hampir 60 persen sejak Maret 2019. Di seluruh dunia, jumlah lowongan pekerjaan yang menawarkan opsi remote juga meningkat 2,5 kali lipat. Tren semacam ini tentunya sangat menguntungkan, baik untuk pencari kerja maupun perusahaan. Di satu sisi, kamu bisa bebas memilih pekerjaan yang sesuai dengan kriteriamu dimanapun lokasinya. Bahkan, kamu punya kesempatan untuk bekerja di perusahaan asing tanpa meninggalkan rumahmu. Di sisi lain, perusahaan bisa menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan pekerja dengan kualifikasi terbaik dimanapun lokasinya. 3. Fleksibel Dunia kerja di masa depan juga relatif fleksibel dari sisi waktu. Bukan cuma karena pilihan sistem kerjanya yang banyak, seperti kerja part-time, freelance, project based, dsb. Pekerjaan yang sistemnya full-time pun juga ikut berubah. Setelah pandemi, kerja full-time tidak akan sekaku sebelum-sebelumnya. Beberapa perusahaan sengaja menerapkan sistem flexible working hours. Dengan sistem ini, karyawan bebas menentukan jam kerjanya sendiri. Hal yang terpenting adalah targetnya terpenuhi. Tidak sedikit juga perusahaan yang menerapkan sistem kerja empat hari. Ini dilakukan agar karyawan bisa bekerja secara efektif dan mendapatkan waktu libur yang lebih panjang. Menarik sekali, kan? Baca juga 11+ Rekomendasi Buku untuk Fresh Graduate 4. Work-life balance Akibat pandemi, perusahaan kini lebih memperhatikan kesehatan mental pegawainya. Bahkan 77 persen perusahaan di Amerika Serikat menganggap topik kesehatan mental menjadi isu prioritas. Alasannya, tentu sudah jelas. Pandemi tidak saja mempengaruhi kesehatan fisik orang tetapi juga kondisi mental. Terlalu lama tidak keluar rumah, bosan, tidak bisa bertemu dengan orang-orang terdekat, ditambah beban pekerjaan, jelas akan membuat orang stres. Jika perusahaan tidak ikut memperhatikan, sudah pasti perusahaan juga akan mendapatkan imbasnya. Terutama, karena karyawan menjadi tidak produktif dan tidak bisa memenuhi menghindari hal semacam itu, perusahaan kini lebih aktif memberikan fasilitas yang mendukung kesehatan mental karyawannya. Mulai dari akses ke psikolog secara gratis, acara sharing session dengan ahli kesehatan mental, dsb. Di samping itu, perusahaan juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang mendorong partisipasi karyawan. Mulai dari acara games, ngobrol bareng, nonton film, dsb. Ini dilakukan agar tiap karyawan tetap bisa berkomunikasi dengan nyaman dan tidak merasa kesepian. 5. Penggunaan AI dan teknologi lainnya Di masa pandemi dan setelahnya, penggunaan teknologi menjadi suatu hal yang tidak bisa dihindarkan. Riset dari McKinsey menunjukkan kalau pandemi ini membuat adopsi teknologi lebih cepat 7-10 tahun dari yang diperkirakan. Teknologi yang dipakai pun beragam. Mulai dari yang digunakan untuk kebutuhan internal dan komunikasi kantor Slack, Zoom, Asana, dll, keamanan data LastPass, ESET Security, VPN, dll, otomatisasi komunikasi dengan pelanggan Intercom, WhatsApp Business, dan sebagainya. Jadi jangan kaget kalau di interview kerja kamu ditanya, “apakah kamu familiar dengan program X?” Karena kemungkinan besar perusahaan akan mencari karyawan yang sudah berpengalaman dengan suatu program. Pekerjaan yang Semakin Diminati Setelah Pandemi Pandemi menyebabkan banyak orang berpikir ulang tentang pilihan karirnya. Nah, kalau kamu salah satunya, bisa nih beralih ke karir yang peluangnya cukup menjanjikan. Software developer ━ mengembangkan dan memperbaiki software. Bekerja untuk membantu infrastruktur IT milik perusahaan berkembang. Gaji di entry level mulai dari Rp11 manager ━ mengelola jaringan dan keamanan data, melakukan perbaikan software dan sistem, melakukan audit, dll. Gaji mulai dari Rp13 security specialist ━ mengamankan sistem dan data yang ada di perusahaan, membuat rencana penyelesaian masalah semisal data kena hack, dll. Gaji mulai dari Rp9 marketer ━ mempromosikan produk dan layanan perusahaan lewat berbagai channel digital. Mulai dari website, SEO, SEM, email marketing, dsb. Gaji mulai dari Rp8 scientist ━ menganalisis data mentah menjadi insight yang dapat berguna untuk pengambilan keputusan perusahaan. Gaji mulai dari Rp12 juga Ingin Tahu Jawaban Terbaik untuk Alasan Melamar Pekerjaan? Cek di Sini! 5+ Hard Skill dan Soft Skill yang Dibutuhkan dalam Dunia Kerja Sampai di sini, kamu sudah cukup update dengan kondisi dunia kerja saat ini. Lalu, bagaimana caranya kamu bisa beradaptasi dan bertahan? Update skill jawabannya! Ini beberapa skill wajib yang perli kamu kuasai. 1. Mencari kerja Lho kok mencari kerja termasuk skill, sih? Kamu nggak salah baca kok. Mencari kerja juga termasuk skill wajib yang perlu kamu kuasai. Sebab, rata-rata orang seumur hidupnya akan berganti pekerjaan setidaknya 12 kali. Tidak sedikit bahkan yang berencana untuk berpindah haluan karir. Entah karena mengejar kenaikan gaji, jabatan, ataupun memang karena berubah ketertarikan. Kalau sekarang belum terpikir sampai ke sana… ya mungkin suatu saat kamu akan kepikiran. Anyway, poinnya adalah… kamu perlu terus update tentang tren dan kondisi pasar dunia kerja. Entah itu dengan memantau postingan-postingan LinkedIn, ngikutin tips dan trik untuk menjalin koneksi, familiar dengan proses dan model perekrutan di perusahaan, ikut workshop dan seminar, dsb. Oh ya, jangan lupa juga untuk cicil update CV atau resume kamu. Jaga-jaga aja daripada ketika butuh kamu bingung dan panik buat updatenya. 2. Percaya diri dengan skill yang kamu miliki Kepercayaan diri adalah modal penting untuk tetap bertahan di dunia kerja. Kenapa? Sebab, dengan rasa percaya diri kamu akan lebih dipercaya oleh bos dan sesama rekan kerja. Dari situ, kamu akan dipercaya untuk terlibat dalam berbagai proyek yang bisa mengembangkan skill dan kepribadianmu. Dalam jangka panjang, kamu akan belajar bagaimana menggunakan kepercayaan dirimu itu untuk mempengaruhi orang lain. Apalagi, kalau kamu memang punya skill yang mumpuni. Ini semua akan membantumu itu sampai di posisi tinggi dalam perusahaan. Nah, masalahnya bagaimana kalau kamu merasa kurang pede? Beberapa tips di bawah boleh lah kamu coba Fokus ke dirimu sendiri ━ abaikan hal negatif yang ada di kantor, seperti gosip, politik kantor, dan obrolan tidak produktif. Lebih baik fokus ke dirimu dan tugas yang kamu kelebihanmu ━ cari tahu apa yang bisa kamu lakukan lebih baik daripada orang lain. Ketika kamu terus-menerus melakukannya, orang lain akan menyadarinya dan menjadikanmu sebagai kekuranganmu ━ jika ada kekurangan yang membuatmu tidak pede, jangan terlalu dibawa stres atau malah dijadikan alasan untuk tak melakukan sesuatu. Belajar lah untuk mengatasi dan memperbaiki kekurangan pada dirimu sendiri ━ percaya bahwa dirimu bisa berhasil dan menyelesaikan berbagai tantangan di dunia pencapaianmu ━ jadikan catatan ini sebagai pengingat kalau kamu lagi down. Bisa juga dijadikan bukti bahwa kamu memang kapasitas dan jago di dirimu sendiri ━ sengaja ambil proyek yang menantang. Kalau kamu bisa menyelesaikannya dengan baik, rasa percaya dirimu pasti akan feedback dari orang lain ━ feedback dari orang lain membantumu melihat kelebihan dan kekurangan yang sering kali luput. Feedback juga membantumu untuk lebih fokus melakukan sesuatu untuk memperbaiki tips di atas membantumu meningkatkan skill percaya diri ya! Baca juga Ingin Tahu Jawaban Terbaik untuk Alasan Melamar Pekerjaan? Cek di Sini! 3. Menampilkan diri dalam wawancara dan di tempat lain Skill yang satu ini jangan sampai kamu remehkan ya. Kemampuan untuk menampilkan diri secara baik di berbagai situasi itu benar-benar investasi lho! Dengan modal satu ini, kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu mau. Mulai dari karir impian, koneksi dan jejaring yang kuat, sampai dengan berbagai kesempatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Lalu, bagaimana cara untuk bisa menampilkan diri dengan baik? Simak tips berikut ya Perhatikan penampilan dan kebersihan diri ━ pastikan kamu rapi, bersih, berpakaian sepantasnya, dan menggunakan wewangian yang tidak gestur yang menunjukkan kamu gugup ━ jangan hindari kontak mata dengan lawan bicara, membungkuk, sering menyentuh rambut, atau membunyikan sendi gestur yang percaya diri ━ bicaralah dengan jelas dengan volume yang bisa didengar, beri jawaban yang elaboratif tidak sekadar ya, tidak, mungkin, dan hindari nada ragu-ragu. Jangan pernah menginterupsi omongan lawan bicara dan jangan meremehkan kemampuan dirimu empati dan caramu memperlakukan orang lain ━ baiklah kepada orang-orang sekitar resepsionis, waitress, dll, hindari kritik berlebih ke perusahaan sebelumnya, ucapkan terima kasih setelah interview dan kirim thank-you email sifat-sifat yang membuat orang lain tidak tertarik ━ misalnya seperti arogan, malas, tidak menepati janji, suka mengeluh, tidak jujur, tidak bertanggung jawab, melanggar aturan, tidak antusias, tidak stabil, tidak sopan, dan kurang juga 15 Pertanyaan Interview Kerja dan Cara Menjawabnya Gimana? Sekarang sudah lebih paham do & don’ts ketika menampilkan diri kan? Nah, masih ada tiga skill lagi yang perlu kamu kuasai. Yuk lanjut! 4. Asertif dan mau mengambil tindakan Jadi asertif dan punya inisiatif itu nggak kalah penting ketika kamu mau berkarir. Sebaliknya, kalau kamu malu-malu dan menunggu disuruh untuk melakukan sesuatu, bisa jadi malah karirmu nggak bakal tahan lama. Bukan cuma stres dan burnout sendirian, kamu juga jadi terhambat buat berkembang dan dapetin promosi yang kamu idam-idamkan. Eits, jadi asertif nggak sama seperti bossy atau agresif lho. Kamu tetep bisa jadi pribadi yang hangat dan ramah kok untuk jadi orang yang asertif. Terus gimana sih biar bisa jadi asertif? Gini lhoo caranya… Sadari kelebihan dan nilaimu ━ jangan anggap keberhasilanmu sekadar dari keberuntungan. Sadari kalau kamu memang punya kelebihan yang bisa kamu kontribusikan ke apa yang jadi hakmu ━ cari tahu apa saja hal yang memang sudah seharusnya kamu dapatkan dan lakukan. Entah dari company value, peraturan, sampai deskripsi kerjamu. Asal kamu melakukan hal sesuai dengan semua itu, tak perlu takut dengan omongan orang. Kenali batasanmu ━ pahami hal apa saja yang jadi batasanmu ketika bekerja. Misal, kerja di luar jam kantor, dapat tugas di luar job desk utama, dihubungi ketika sedang cuti, dsb. Sebisa mungkin tolak hal-hal yang menurutmu mengganggumu. Karena kalau tidak, kamu bisa stres dan kelihatannya gampang, untuk benar-benar jadi asertif kamu terus berlatih. Jangan bosan-bosan untuk terus menerapkannya di kehidupan sehari-hari karirmu. 5. Menetapkan tujuan & targetmu Namanya juga bekerja dan meniti karir, aneh juga rasanya kalau nggak bicara tentang tujuan dan target. Faktanya, ini juga jadi skill penting untuk dikuasai. Bukan cuma untuk memenuhi target perusahaan, tapi juga untuk perkembangan karirmu sendiri. Sayangnya, kebanyakan orang sering sulit untuk menentukan tujuan dan targetnya sendiri. Alasannya mungkin karena di awal terlalu ambisius menaruh target. Jadi, ketika itu tidak tercapai, mereka terlanjur kecewa dan tidak mau membuat target lagi. Padahal,bahaya juga kalau kamu menjalankan sesuatu tanpa target. Bisa jadi kamu kurang semangat, tidak termotivasi untuk memberikan yang terbaik, dan sulit untuk mengembangkan karir. Kamu mungkin sedang merasa begitu? Nah, makanya kamu perlu memastikan tujuan dan target yang dibuat sudah masuk ke beberapa kriteria ini Spesifik ━ jangan buat target yang sifatnya terlalu umum, misal “sukses” atau “berhasil”. Definisikan targetmu sespesifik mungkin. Terukur ━ buat targetmu bisa diukur agar memudahkanmu mengevaluasinya. Misalnya, berikan deadline atau target angka yang ━ buat target untuk sesuatu yang memang kamu lakukan, nggak aksinya ━ untuk setiap target, sertakan juga hal apa yang perlu kamu lakukan untuk tips di atas, kamu perlu pastikan juga kalau tujuan dan targetmu itu sifatnya positif ya! Misalnya, jangan jadikan “harus pindah kerja” sebagai targetmu karena konotasinya negatif. Sebaliknya, coba ganti dengan yang positif seperti “mendapatkan peluang karir baru”. Dengan begitu, kamu pun lebih semangat dan senang ketika mengejar target. Okay? 6. Bertanya dan meminta bantuan saat dibutuhkan Dahimu mungkin berkenyit ketika membaca skill yang satu ini. Lagi-lagi kamu nggak salah baca, kok. Meminta bantuan itu hal yang lumrah dan bukan tanda kalau kamu lemah. Konon, kamu justru berani karena menunjukkan kalau dirimu tidak tahu dan mau belajar. Dengan cara yang tepat, skill ini bisa membawa karirmu melesat. Itu kenapa tanya dan minta bantuan tidak boleh sembarangan dilakukan. Kalau sembarangan, jatuhnya bakal kelihatan annoying. Jadi, ikutin triknya ya, sob! Coba usaha dulu, baru tanya ━ sebelum bertanya, usahakan kamu sudah semaksimal mungkin mengerjakan tugasmu. Lalu, jelaskan langkah yang sudah kamu ambil ke orang yang kamu tanyai. Ini akan menunjukkan kalau kamu punya inisiatif dan memang tertarik untuk belajar. Tanyakan sesuatu yang spesifik ━ pertanyaan yang kelewat umum biasanya takkan memberikanmu insight apa-apa. Makanya, tanyakan sesuatu yang spesifik. Misal, cara berpikir dan pertimbangan ketika melakukan sesuatu, cara menyikapi skenario tertentu, hubungan yang hangat ━ bangun hubungan yang hangat dan tidak “fake” dengan rekan kerjamu. Siapa tahu kamu diberi kesempatan untuk terlibat di proyek yang lebih serius. Apa malah, ia bersedia menjadi mentor kira-kira semua softskill dunia kerja yang wajib kamu punya. Sekarang kita lanjut ke serba-serbi dunia kerja yang banyak orang kurang tahu. Apa itu? Yuk lanjut baca! Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Dunia Kerja Langsung aja cuss baca untuk tahu pendapat “orang dalam” tentang dunia kerja. 1. Perusahaan dan pencari kerja punya sudut pandang beda tentang loker Pernah ngalamin ketika lamaran kerjamu dicuekin HR perusahaan? Tidak ada kabar sampai berminggu-minggu lamanya? Nah, ini sebenarnya adalah salah satu bukti perbedaan antara perusahaan dan pencari kerja dalam melihat loker. Kebanyakan pencari kerja menganggap loker itu bisa diandalkan. Asal kirim CV dan resume saja pasti aman. Karena mereka menganggap dua dokumen itulah yang jadi penentu seseorang diterima bekerja atau tidak. Padahal, proses perekrutan bagi perusahaan tidak sesimpel itu. Selain menerima CV dan resume, perusahaan sebenarnya sengaja menggunakan beberapa pintu rekrutmen sekaligus. Misalnya Koneksi dan rekomendasi ━ perusahaan lebih menyukai kandidat yang mereka kenal atau minimal mendapatkan rekomendasi dari orang yang mereka kenal. Bagi perusahaan, ini akan lebih aman daripada mempekerjakan orang yang tidak mereka kenal sama terlibat di pekerjaan sebelumnya ━ perusahaan juga lebih menyukai orang yang pernah terlibat dengan mereka sebelumnya. Entah itu dari proyek freelance, kerja part-time, konsultan, dsb. Sebab, dari sini perusahaan sudah memahami bagaimana portofolio ━ kalau tidak punya koneksi dan belom sempat berhubungan dengan perusahaan, jalur lain yang memungkinkan adalah portofolio. Jadi, performa dan kapasitasmu dibuktikan dengan hasil pekerjaan yang adanya jalur-jalur tersembunyi macam ini, jelas saja CV dan resume tidak lagi jadi dokumen sakti. Sebaliknya, untuk dapat pekerjaan kamu jadi harus pintar-pintar membangun jejaring. Minimal, dari rekan kerjamu yang dulu-dulu. Disarankan juga buat kamu ikutan magang, melamar jadi pegawai kontrak, ataupun kerja part-time. Dengan begitu, kamu bisa peluangmu untuk diterima kerja full-time juga lebih besar. Jangan lupa juga untuk perbanyak portofolio. Apapun bidang pekerjaanmu. Percayalah, ini bakal jadi investasi yang membedakan kamu dengan ribuan pencari kerja di luar sana. 2. Ekspektasi antara perusahaan dan pencari loker berbeda Di samping cara mendapatkan pekerja yang berbeda, ekspektasi antara perusahaan dan pencari kerja itu berbeda. Pertama, kamu mungkin menganggap proses rekrutmen itu “begitu-begitu aja”. Cukup kirim CV dan resume. Kalau cocok ya dipanggil wawancara, kalau enggak ya terima aja. Hehe. Padahal, bagi perusahaan, memasang loker adalah “Hunger Games” untuk mencari calon pekerja terbaik. Jadi, semisal kamu belum keterima kerja, bukan berarti kamu nggak punya kapasitas. Bisa jadi, ada kandidat lain yang memang lebih cocok untuk perusahaan. Kedua, kebanyakan pencari kerja berharap perusahaan yang akan menawari pekerjaan. Padahal, kenyataannya hanya sedikit sekali kasus yang seperti itu. Jika pun ada, posisi yang ditawarkan pun biasanya sangat teknis. Misalnya, software engineer, developer, cyber security, sysadmin, dsb. Jadi, selama posisi yang kamu incar bukanlah teknis, jangan ragu untuk jadi yang aktif mencari peluang karir. HR perusahaan juga akan sangat berterima kasih padamu karena mempermudah pekerjaannya. Ketiga, kebanyakan menganggap pengalaman kerja adalah satu-satunya yang dipertimbangkan HR ketika rekrutmen. Padahal, perusahaan itu menilai keseluruhan hal tentang dirimu. Mulai dari bagaimana kamu menampilkan diri di sosmed, penampilanmu, bagaimana kamu menjawab pertanyaan di interview, dsb. Keempat, pencari kerja berharap dikabari HR ketika dokumen resume atau CV-nya diterima. Terutama kalau mereka melamar dari website resmi perusahaan atau LinkedIn pribadi HR. Kenyataannya, HR menerima ratusan bahkan ribuan dokumen yang sama dari pencari kerja lainnya. Jadi, mereka tidak akan sempat membalas satu per satu. Itu mengapa, kamu tidak perlu overthink dan baper. 3. Waktu mencari loker tidak bisa diprediksi Ada banyak faktor yang menyebabkan waktu pencarian kerja tidak bisa diprediksi. Beberapa faktor yang bisa dijelaskan antara lain Tingkat persaingan yang tinggi untuk posisi dengan skill kompleks dan gaji yang besar. Proses dan waktu tunggunya bisa dengan kompetensi rendah dan gaji rendah biasanya diproses sangat cepat. Perusahaan belum menemukan kandidat yang masalah internal sehingga proses perekrutan waktu akibat tanggal merah, cuti, dan event yang menyulitkan waktu faktor-faktor yang sangat dipengaruhi perusahaan, ada faktor yang disebabkan oleh pencari kerjanya sendiri. Misal, tidak bisa menunjukkan skill yang dibutuhkan, tanggungan keluarga dan pendidikan, masalah kesehatan, sampai masalah transportasi. 4. Waktu bekerja di satu perusahaan biasanya tidak lama Berbeda dengan orang tua kita yang bisa bekerja di satu tempat hingga belasan atau puluhan tahun, generasi sekarang cenderung suka untuk berpindah-pindah perusahaan. Menurut survey, sebanyak 93 persen pekerja usia 18-24 tahun bekerja kurang dari lima tahun di sebuah perusahaan. Tren yang sama juga ditunjukkan oleh pekerja yang usianya lebih tua. Sebanyak 36 persen pekerja usia 35-44 tahun mengaku bekerja di suatu perusahaan kurang dari setahun. Sisanya, yaitu 74 persen, bekerja kurang dari lima tahun. Lagi-lagi ada banyak faktor yang menyebabkan hal macam ini terjadi. Pekerja yang memutuskan untuk bekerja lama di suatu perusahaan bisa disebabkan karena kewajiban untuk mengurus keluarga, peluang beralih karir yang terbatas, sampai dengan kesulitan untuk belajar skill yang dibutuhkan untuk berpindah karir. Di sisi lain, mereka yang lebih suka berpindah-pindah juga memiliki pertimbangannya sendiri. Misal, mereka lebih menyukai proyek jangka pendek agar lebih fleksibel. Part-time job agar punya hidup yang seimbang atau ingin sambil fokus berbisnis. 5. Sebenarnya kita selalu mencari loker Karena waktu bekerja di suatu perusahaan makin pendek, sebenarnya kita ini ada di posisi selalu mencari pekerjaan lho. Entah disengaja dengan mengirimkan CV dan resume ke berbagai job portal, ataupun yang tidak disengaja seperti ditawari pekerjaan dari pesan LinkedIn. Itu kenapa, skill mencari pekerjaan jadi modal wajib untuk bertahan di dunia kerja. Jadi, sewaktu-waktu ada kesempatan, kamu bisa memanfaatkannya dengan baik. 6. Kebanyakan proses loker beralih ke online Dengan perkembangan teknologi yang makin canggih, tidak perlu heran lagi kalau proses mencari kerja akan beralih ke online. Itu mengapa, kamu perlu familiar dengan berbagai hal online yang kamu hadapi. Misal, untuk mencari kerja kamu sudah harus familiar dengan berbagai platform online yang tersedia. Mulai dari LinkedIn, JobStreet, Glints, Kalibrr, dan sebagainya. Kamu juga bisa menjalankan personal branding di berbagai media sosialmu. Mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, sampai Pinterest agar kelihatan lebih pantas ketika di-kepo oleh HR. Lalu, akan sangat membantu juga kalau kamu mulai berkenalan dengan berbagai tools yang mendukung pekerjaan. Misalnya, Trello atau Asana untuk memanajemen proyek atau tugas, Zoom untuk video call, Discord untuk chat dan komunikasi. Semakin familiar kamu dengan berbagai teknologi ini, tentu saja peluangmu jadi lebih besar. Kamu bisa dihubungi lewat mana saja. Pun, kamu juga terlihat lebih adaptif dengan dunia kerja. Mantap, bukan? Jadi, Sudah Siapkah Kamu Terjun ke Dunia Kerja? Akhirnya, sampai juga kita di akhir artikel ini. Dari bacaan ini, kamu jadi tahu kalau dunia kerja ikut berubah akibat pandemi. Biar tidak lupa, ini dia beberapa poin penting yang perlu kamu catat Dunia kerja berubah menjadi lebih fleksibel dengan adanya remote work, tren work-life balance, dan penggunaan berbagai teknologi karir yang menjanjikan ada di sektor IT. Mulai dari software developer, IT security specialist, digital marketer, sampai data yang dibutuhkan untuk bekerja juga makin beragam. Mulai dari pencari kerja itu sendiri, menampilkan diri, menjadi asertif, menetapkan tujuan dan target, serta kemampuan untuk minta banyak perbedaan mindset antara pencari kerja dan perusahaan. Perbedaan ini perlu kamu pahami agar bisa menyesuaikan dengan permintaan Itu dia semua serba-serbi dunia kerja yang wajib kamu tahu. Harapannya kamu sudah bisa mengenal dunia kerja dengan lebih dalam dan mantap melanjutkan perjalanan karir selanjutnya. Jadi, sudah lebih siap kan sekarang?
Cara Membuat KesimpulanCiri-ciri Kesimpulan yang Baik, Tepat, dan Sesuai Kaidah1. Sederhana, singkat, dan jelas2. Pesan dapat tersampaikan3. Berisi intisari dari tulisan4. Menggunakan kosakata baku5. Mulai dari hal khusus ke hal yang umum. 6. Terdapat hubungan sebab Membuat Kesimpulan yang Baik dan Benar1. Membaca Ulang Karya Tulis yang Kamu Buat2. Menentukan Kalimat Utama3. Menemukan Ide Pokok Tulisan4. Menyusun Ide Pokok dan Informasi Penting5. Menyusun Kalimat Penjelas Menjadi Kesimpulan Paragraf6. Merangkai Kesimpulan Paragraf Menjadi Teks Bacaan7. Tuliskan Opini Terkait Masalah dan KeterbatasanContoh Membuat Kesimpulan BukuContoh Membuat Kesimpulan Hasil PenelitianContoh Membuat Kesimpulan Makalah Bagi penulis, membuat kesimpulan merupakan hal yang tak boleh dilewatkan. Oleh sebab itu mereka harus memahami bagaimana cara membuat kesimpulan yang baik dan tepat, serta sesuai dengan kaidah yang ditetapkan. Kesimpulan merupakan bagian akhir dalam sebuah karya ilmiah yang memuat mengenai rangkuman mengenai seluruh hasil pembahasan. Secara umum, kesimpulan merupakan pernyataan yang diambil secara ringkas dari keseluruhan hasil pembahasan yang sudah dianalisis, sehingga diperlukan cara membuat kesimpulan yang tepat. Sehingga tidak heran jika kesimpulan menjadi salah satu bagian yang sangat penting baik pada buku, karya ilmiah, makalah, dan karya tulis lainnya. Tak hanya di buku, kesimpulan ini juga biasanya terdapat di berbagai karya lain, bahkan pada saat menyampaikan materi dalam bincang-bincang, wawancara, atau talk show. Akan tetapi, masih banyak orang yang belum memahami bagaimana cara membuat kesimpulan yang baik, tepat, dan sesuai kaidah yang ditentukan. Sehingga akhirnya, hasil karya ilmiah yang ditulis justru menimbulkan kritik karena masih banyak pertanyaan yang belum mampu menjawab. Hal ini karena kesimpulan seharusnya memuat berbagai jawaban atas pertanyaan pembaca dan juga partisipan. Oleh sebab itu, cara membuat kesimpulan yang baik harus dilakukan oleh penulis agar di dalam kesimpulan mampu mengemas seluruh pembahasan pada karya tulis atau karya ilmiah secara singkat, jelas, dan menimbulkan kesan yang baik bagi pembacanya. Kesimpulan selalu dituliskan di bagian bawah karya tulis atau pada bagian terakhir. Di dalam kesimpulan, terdapat penjelasan mengenai keseluruhan atau inti dari suatu gagasan atau penelitian. Sehingga pada bagian akhir ini, pembaca akan tertarik membacanya karena ia mendapat berbagai pengetahuan baru yang berguna untuk menambah wawasannya. Maka dari itu, di bawah ini akan dibahas bagaimana cara membuat kesimpulan yang baik, tepat, dan sesuai kaidah sehingga tulisan yang dihasilkan berkualitas dan sempurna serta dapat menambah pemahaman bagi pembaca yang menikmati tulisan tersebut, sehingga cara membuat kesimpulan yang dipelajari tidak akan sia-sia. Cara Membuat Kesimpulan 1. Membaca Ulang Karya Tulis yang Kamu Buat 2. Menentukan Kalimat Utama 3. Menemukan Ide Pokok Tulisan 4. Menyusun Ide Pokok dan Informasi Penting 5. Menyusun Kalimat Penjelas Menjadi Kesimpulan Paragraf 6. Merangkai Kesimpulan Paragraf Menjadi Teks Bacaan 7. Tuliskan Opini Terkait Masalah dan Keterbatasan Baca Juga Teknik Menulis Parafrase, Ringkasan, dan Kesimpulan 17 Contoh Penutup Makalah, Laporan, dan Skripsi Makna Perluasan Kata Pengertian Menurut Ahli, Bentuk, dan Contoh Lengkap 7 Contoh Simpulan Karya Ilmiah,Jurnal,Laporan,dan Skripsi Ciri-ciri Kesimpulan yang Baik, Tepat, dan Sesuai Kaidah Sebelum membahas bagaimana cara membuat kesimpulan yang baik, tepat, dan sesuai kaidah, penulis lebih dulu harus mengetahui apa saja ciri-ciri kesimpulan yang baik dan tepat di dalam sebuah karya ilmiah sebagai panduan cara membuat kesimpulan. Ada beberapa ciri-ciri yang melekat pada kesimpulan yang baik dan benar. 1. Sederhana, singkat, dan jelas Ciri-ciri kesimpulan yang baik dan tepat yang pertama adalah sederhana, singkat, dan jelas. Artinya, di dalam kesimpulan harus memuat rangkuman dari berbagai gagasan atau pernyataan yang telah dipaparkan terlebih dahulu di bagian isi. Penting untuk tidak menguraikan gagasan baru atau melakukan improvisasi, sehingga bagian-bagian yang disampaikan lainnya bisa dipahami dengan jelas dan tidak menimbulkan kesan multitafsir dalam cara membuat kesimpulan. 2. Pesan dapat tersampaikan Ciri dari cara membuat kesimpulan yang baik kedua adalah pesan yang terdapat di dalam karya tulis dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Sehingga di dalam teks karya tulis tersebut informasi atau pesan yang ingin disampaikan dapat diterima, begitu juga dengan teks kesimpulan yang memang ditujukan untuk pembaca. 3. Berisi intisari dari tulisan Karena kesimpulan merupakan rangkuman dari karya tulis atau tulisan, maka di dalam kesimpulan harus memuat intisari dari karya tulis tersebut. Intisari merupakan ringkasan tulisan yang isinya sama dengan apa yang sudah dijelaskan, namun ditulis secara singkat menggunakan bahasa sendiri dari penjelasan yang telah dikembangkan. Meskipun ringkas, jangan sampai ada bagian penting yang terlewat dan tidak tertulis dalam cara membuat kesimpulan. Karena pada dasarnya, kesimpulan ini mencantumkan seluruh isi teks dan bacaan, namun dengan cara yang singkat dan sederhana. 4. Menggunakan kosakata baku Meskipun kesimpulan dibuat secara singkat, tetapi jangan lupa menggunakan kosakata baku. Penulis wajib menghindari penggunaan frasa di luar Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia PUEBI. Gunakan istilah baku sehingga semua pembaca dapat mengetahui maksud dan maknanya. Jangan menggunakan istilah yang tidak diketahui oleh orang secara umum, karena justru akan memunculkan pertanyaan kontekstual yang bisa jadi tidak terdapat di dalam kesimpulan. Hal ini sangat penting dilakukan dalam cara membuat kesimpulan. 5. Mulai dari hal khusus ke hal yang umum. Artinya, cara membuat kesimpulan harus memuat makna dari hal yang khusus menjadi hal yang umum. Misalkan menjelaskan ide pokok karya tulis tersebut, baru kemudian menyusun kalimat yang merangkum seluruh isi di dalam ide pokok yang sudah dijelaskan. 6. Terdapat hubungan sebab akibat. Dalam menulis kesimpulan, penulis harus dapat menghubungkan hubungan sebab akibat atau akibat sebab. Hal ini akan menjadi kunci dari kesimpulan atau teks bacaan tersebut. Ketika penulis mampu mengungkapkan hubungan sebab akibat atau sebaliknya, maka pembaca tidak akan kesulitan menemukan inti permasalahan yang dibahas pada karya tulis. Baca Juga Populasi dan Sampel Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Lengkap 10 Contoh Karya Ilmiah yang Baik dan Benar Desain Penelitian Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap Rahasia Menulis Makalah Disertai Contoh Daftar Pustaka Cara Membuat Kesimpulan yang Baik dan Benar Berikut cara membuat kesimpulan yang baik dan benar 1. Membaca Ulang Karya Tulis yang Kamu Buat Agar cara membuat kesimpulan yang ditulis jadi mudah dan tidak membingungkan, kamu harus kembali membaca tulisan atau karya tulis yang sudah selesai kamu buat. Mulai lah dari membaca bagian pendahuluan, kemudian dilanjutkan pada bagian pembahasan masalah. Setelah itu, baca juga bagian analisis masalah sampai dengan perumusan masalahnya. Tujuan membaca lagi karya ilmiah atau tulisan yang kamu buat adalah agar kamu ingat kembali atau memahami kesan umum dan maksud dari karya ilmiah yang kamu buat, sehingga cara membuat kesimpulan bisa dilakukan dengan tepat, baik, dan sesuai dengan isi karya tulis yang telah ditulis. Pahami betul apa yang sudah kamu tulis di dalam karya ilmiahmu dan kamu akan lebih mudah menarik dan melakukan cara membuat kesimpulan di akhir karya tulis. Jika dengan satu kali membaca kamu merasa belum begitu paham, maka kamu harus membacanya berkali-kali sampai benar-benar maksud karya ilmiahmu bisa dipahami dengan baik. 2. Menentukan Kalimat Utama Cara membuat kesimpulan yang baik, tepat, dan sesuai kaidah adalah penulis mampu menentukan kalimat utama. Maksudnya, dalam menyusun dan cara membuat kesimpulan, kalimat utama atau inti dari gagasan di dalam karya tulis harus tercantum di dalamnya secara jelas dan juga singkat. Oleh sebab itu, penulis harus bisa menemukan kalimat utama yang memuat hal yang menjadi fokus bahasan di dalam karya ilmiah. Kalimat utama harus tercantum di dalam kesimpulan agar pembaca mampu mengetahui sebenarnya apa maksud dan tujuan yang berusaha disampaikan oleh penulis melalui karya tulisnya. Dalam menuliskan kalimat utama, penulis harus menggunakan bahasa yang baku dan kalimat yang baku, sehingga tidak bertele-tele. Ketika menyampaikan kesimpulan dengan cara bertele-tele, otomatis pembaca akan bingung membaca kesimpulan tersebut dan akan memunculkan berbagai pernyataan baru bahkan kritik. 3. Menemukan Ide Pokok Tulisan Penulis harus bisa menemukan ide pokok pada teks atau pada tulisan yang sudah disusun yang biasanya berisi gagasan atau pokok pikiran yang menjadi fokus tulisan saat mencari cara membuat kesimpulan. Langkah cara membuat kesimpulan tersebut sangat bermanfaat agar peneliti dapat dengan mudah memaparkan kesimpulan dari tulisan. Ide pokok merupakan gambaran keseluruhan dari sebuah paragraf atau yang juga biasa disebut sebagai pikiran utama atau gagasan utama. Untuk dapat menemukan ide pokok ini, penulis dapat melihat dari bagaimana kalimat tersebut memiliki fungsi dapat membantu mengembangkan alur tulisan. Penulis juga bisa melihat atau mencarinya berdasarkan bahasa atau unsur terpenting mana di dalam karya tulis dan kemudian dicantumkan di dalam kesimpulan. Sehingga cara membuat kesimpulan akan lebih mudah dan terstruktur dengan baik. 4. Menyusun Ide Pokok dan Informasi Penting Ide pokok yang akan telah ditemukan kemudian dipaparkan di dalam kesimpulan. Cara membuat kesimpulan yang baik adalah penulis mampu memaparkan atau menyusun ide pokok menjadi informasi penting di dalam kesimpulan tulisan. Ide pokok harus disampaikan dari hasil karya tulis yang telah dibuat penulis harus disampaikan secara jelas dan lugas. Hal ini karena ide pokok menjadi sebuah gagasan atau fokus tulisan yang kemudian akan dipaparkan ke kesimpulan. Sehingga jika ide pokok yang disampaikan tidak jelas, maka pembaca tidak dapat mencerna maksud dan tujuan tulisan tersebut. Ide pokok harus ditulis secara sistematis dan harus memuat berbagai kumpulan informasi penting di dalam karya ilmiah. Sama halnya dengan menulis kalimat utama, dalam menulis ide pokok tulisan ke dalam kesimpulan, penulis juga harus menggunakan bahasa dan kalimat baku agar pembaca mampu memahami dan mendapatkan makna dari tujuan karya tulis yang ia baca. Langkah ini sangat penting di dalam cara membuat kesimpulan di dalam sebuah karya tulis. 5. Menyusun Kalimat Penjelas Menjadi Kesimpulan Paragraf Setelah penulis mampu menemukan kalimat utama, maka cara membuat kesimpulan selanjutnya adalah menyusun kalimat penjelas menjadi kesimpulan paragraf. Kalimat penjelas ini merupakan bagian dari kalimat utama yang merupakan inti pokok yang dibahas dalam paragraf atau keseluruhan karya tulis yang diikuti oleh kalimat pengurainya. Ketika penulis sudah bisa menemukan utama, maka di dalam kalimat utama tersebut harus dianalisis mana yang merupakan kalimat penjelas. Selanjutnya, cara membuat kesimpulan yakni menentukan kalimat penjelas ini dengan disusun sebagai kesimpulan paragraf yang mana bertujuan untuk menyampaikan inti dari pokok bahasan yang terdapat di dalam karya tulis tersebut. 6. Merangkai Kesimpulan Paragraf Menjadi Teks Bacaan Setelah semua unsur sebagai cara membuat kesimpulan sudah ditemukan, maka penulis harus menyusun berbagai kalimat yang telah ditemukan tersebut ke dalam teks bacaan. Artinya di dalam kesimpulan, harus terdapat urutan kalimat berdasarkan ide pokok dan kalimat utama yang disusun secara sistematis. Cara membuat kesimpulan yang harus dilakukan adalah penulis harus menulis kalimat dengan singkat, jelas, dan lugas. Tulisan yang dipaparkan juga tidak boleh bertele-tele atau terkesan mengulang-ulang kata. Cara membuat kesimpulan juga dilakukan dengan cara deduksi, artinya mengambil kesimpulan dari uraian berikutnya dan menghubungkan setiap data dengan permasalahan sehingga menjadi teks bacaan. 7. Tuliskan Opini Terkait Masalah dan Keterbatasan Di dalam kesimpulan, cara membuat kesimpulan yang baik harus tercantum opini penulis mengenai opini dan berbagai keterbatasan yang ada. Hal ini diperbolehkan bagi penulis, karena di dalam suatu tulisan, tentu ada berbagai macam masalah dan keterbatasan yang muncul sehingga membuat karya tulis menjadi kurang sempurna. Namun yang perlu diperhatikan adalah tulisannya harus bersifat ilmiah berdasarkan data dan tidak menyimpang dari isi pembahasan. Mengungkap keterbatasan juga bisa dilakukan agar pembaca mengetahui berbagai keterbatasan di dalam karya tulis yang bisa jadi menyebabkan penelitian atau tulisan kurang maksimal, misalnya teori yang kurang, metode penelitian yang kurang cocok, dan lain sebagainya. Hal ini juga bermanfaat bagi peneliti untuk selanjutnya dapat menyelidiki hal-hal yang serupa serta dapat mengembangkan dan memperluas pengetahuannya ke depannya, termasuk bagaimana cara membuat kesimpulan yang baik sehingga hasil tulisannya berkualitas. Contoh Membuat Kesimpulan Buku Cara membuat kesimpulan di dalam buku biasanya ada yang dituliskan tetapi ada yang hanya tertulis secara tersirat. Meski demikian, kesimpulan pada buku biasanya memuat mengenai sinopsis buku atau rangkuman buku tersebut secara umum. Berikut ini contoh dari cara membuat kesimpulan pada buku. Judul Buku PAPPATAMMA Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia Penulis Tim Penulis Agupena Penerbit deepublish Menyadari pentingnya pemberdayaan kaum perempuan dan perlindungan terhadap anak, maka penulis yang tergabung dalam Asosiasi Guru Penulis Indonesia Agupena merasa penting untuk mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan pendekatan budaya lokal yang ada di negeri yang kaya ini. Dalam buku ini, dijelaskan tentang perlindungan anak-anak putus sekolah, peran ganda para perempuan, dalam resolusi konflik, konteks perempuan dalam pernikahan adat, pendidikan karakter, dan bagaimana sebuah masyarakat memiliki etos kerja yang melindungi keluarga mereka. Tema tersebut dituliskan penulis untuk memberi tawaran solusi berbasis kearifan lokal demi terselesaikannya masalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia. Contoh Membuat Kesimpulan Hasil Penelitian Cara membuat kesimpulan dan contoh kesimpulan pada hasil penelitian ini biasanya dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa yang sedang melalui proses belajar, misalnya Kuliah Kerja Nyata KKN, Praktik Kerja Lapangan PKL, dan kegiatan lainnya yang memerlukan hasil penelitian sebagai syarat penilaian. Di bawah ini adalah salah satu contoh cara membuat kesimpulan hasil penelitian. Kesimpulan yang dapat ditarik dari berlangsungnya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar yang terlaksana sejak 20 September hingga 20 November 2016 ini antara lain sebagai berikut 1. Hubungan antara mahasiswa dan juga masyarakat Desa Gawanan, Colomadu ini terjalin dengan baik. Mahasiswa mampu beradaptasi sehingga berbagai kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dapat terlaksana dengan maksimal. 2. Mahasiswa memberikan berbagai bantuan hasil dari program kerja yang telah disusun, di antaranya adalah maket Desa Gawanan yang dibuat mahasiswa. Pembuatan tempat pembuangan akhir atau tempat sampah besar yang dibuat oleh mahasiswa untuk menampung sampah masyarakat Desa Gawanan sebelum dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir TPA. Mahasiswa juga mengisi ruang publik di Desa Gawanan, misalnya taman, masjid, kantor desa, kantor posyandu, dengan buku-buku yang bermanfaat dan relevan, sehingga diharapkan masyarakat lebih melek literasi. Mahasiswa juga memberikan kenang-kenangan spesial berupa penyelenggaraan pentas seni lengkap dengan dokumentasinya. 3. Selain itu, selama KKN mahasiswa juga memberi bantuan pada anak-anak SD-SMP untuk belajar mengasah minat bakatnya, misalnya menggambar, olahraga badminton, olahraga basket, dan berbagai hobi lainnya yang diselenggarakan setiap Rabu sore. 4. Mahasiswa juga membantu masyarakat dalam melaksanakan tugas kemasyarakatan, misalnya kerja bakti, ronda bagi mahasiswa laki-laki, rewangan atau membantu memasak saat ada hajatan. Contoh Membuat Kesimpulan Makalah Cara membuat kesimpulan pada makalah biasanya lebih singkat karena mengacu pada topik atau pembahasan yang menyeluruh terkait dari isi makalah. Kesimpulan tersebut biasanya ditarik dari umum ke khusus, sehingga penjelasannya sengaja dibuat mengerucut. Berikut ini adalah contoh cara membuat kesimpulan untuk makalah. Hasil pengamatan terhadap official website milik Unilever menunjukkan bahwa Unilever telah mencoba memanfaatkan laman resminya sebagai media mengungkapkan program CSR yang ia lakukan. Hal ini dilihat berisi tata kelola perusahaan, pelaporan, kebijakan lingkungan, hingga kebijakan sosial. Penelitian yang dilakukan pada official website Unilever ini menunjukkan adanya Index Publisitas Unilever adalah 13. Index tersebut diperoleh dari tata kelola perusahaan dan pelaporan sebanyak 4 kategori, dari dasar kebijakan terhadap lingkungan yang dilakukan sebanyak 4 kategori, dan dari sisi kebijakan sosial sebanyak 5 kategori. Dengan demikian Unilever telah mengungkapkan 13 informasi yang relevan dengan CSR kepada publik melalui official website-nya. Artikel Terkait Cara Menulis Abstrak Karya Tulis Ilmiah, Skripsi, dan Paper 11 Langkah-Langkah Menulis Karya Ilmiah yang Efektif Teks Argumentasi Pengertian, Struktur, Pola Kebahasaan, dan Contoh Lengkap Karakteristik & Susunan Buku Monograf
apa yang sudah kamu pahami dengan baik